Dugaan Dana Bantuan BUMDes di Rokan Hilir Tak Tepat Sasaran, Warga Pertanyakan Pengawasan


Rokan Hilir, 14 Januari 2026 –
Pengelolaan bantuan dana untuk modal Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Rokan Hilir menjadi sorotan masyarakat. Bantuan yang seharusnya digunakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa tersebut diduga tidak tepat sasaran dan dinilai hanya menguntungkan individu tertentu.
Seorang warga di Kecamatan Babussalam, Kabupaten Rokan Hilir, yang enggan disebutkan identitasnya, menyampaikan kepada awak media bahwa bantuan dana BUMDes selama ini tidak memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, dana yang digelontorkan setiap tahun terkesan hanya formalitas tanpa hasil yang jelas.
“Bantuan dana untuk BUMDes selama ini seperti sia-sia. Kami sebagai warga tidak pernah melihat apa yang dikerjakan oleh pengelola BUMDes. Usahanya tidak jelas dan manfaatnya tidak dirasakan masyarakat,” ungkapnya.
Diduga Tidak Tepat Sasaran dan Minim Transparansi
Warga tersebut menilai bahwa pengelolaan dana BUMDes di sejumlah desa di Kabupaten Rokan Hilir kurang transparan. Hingga kini, masyarakat mengaku tidak pernah menerima laporan terbuka mengenai penggunaan dana, jenis usaha yang dijalankan, maupun hasil yang diperoleh dari BUMDes.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat, mengingat bantuan dana untuk modal BUMDes telah berjalan selama beberapa tahun terakhir.
“Kalau memang BUMDes berjalan, tentu ada laporan dan hasilnya bisa dilihat. Tapi kenyataannya, warga tidak tahu apa-apa,” tambahnya.
Pengawasan Inspektorat dan Kejaksaan Dipertanyakan
Hal yang paling membingungkan bagi warga, lanjutnya, adalah tidak pernah adanya pemeriksaan atau inspeksi mendadak (sidak) dari pihak Inspektorat maupun Kejaksaan terhadap pengelolaan BUMDes di desa-desa.
Warga menilai kondisi tersebut seolah-olah menunjukkan tidak adanya permasalahan, meskipun dana bantuan terus dikucurkan setiap tahun.
“Kenapa BUMDes tidak pernah diperiksa? Padahal sudah bertahun-tahun bantuan dana selalu ada. Ini membuat masyarakat bertanya-tanya, ada apa sebenarnya?” ujarnya.
Bahkan, warga juga menyoroti gaya hidup pengelola BUMDes yang dinilai semakin mencolok, sehingga menimbulkan dugaan bahwa dana BUMDes lebih banyak dinikmati secara pribadi daripada dimanfaatkan untuk kepentingan desa.
Harapan Warga: Audit dan Keterbukaan
Masyarakat di Kabupaten Rokan Hilir berharap agar Inspektorat, Kejaksaan, dan instansi terkait lainnya dapat melakukan pengawasan, audit, serta pemeriksaan secara menyeluruh dan transparan terhadap pengelolaan dana BUMDes.
Warga juga meminta agar pengelola BUMDes ke depan lebih terbuka kepada masyarakat, dengan menyampaikan laporan keuangan dan kegiatan usaha secara rutin agar tidak menimbulkan kecurigaan dan polemik di tengah warga desa.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola BUMDes maupun instansi terkait di Kabupaten Rokan Hilir belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masalah Bangunan Ruko KDMP: Tantangan Bagi PENGURUS dan Harapan Masyarakat Desa, November 2025

Dugaan Ketidaktransparanan Penggunaan Dana BUMDes Rantau Panjang Kiri

PT PHR Tidak Menyetujui Pembangunan Jalan Lintas Kubu 10 Km, Masyarakat Tetap Bertahan pada Tuntutan